Tujuan, Fungsi, Peran Komunikasi Antarbudaya
Tujuan,
Fungsi, Peran Komunikasi Antarbudaya
Seperti yang sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya,
maka dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud Komunikasi Antarbudaya
merupakan proses penyampaian pesan, informasi, gagasan atau perasaan antara
orang-orang yang berbeda latar belakang, seperti halnya antar suku bangsa,
nilai, kepercayaan, adat istiadat, bahasa, ras, pendidikan, maupun antar kelas
sosial yang memiliki perbedaan latar belakang budayanya.
Setiap budaya yang berbeda memiliki sistem-sistem nilai
yang berbeda pula. Oleh sebab itu memahami cara berkomunikasi yang baik sangat
penting. Berbicara tentang cara berkomunikasi sungguh tak bisa lepas dari
bahasa, aturan dan norma kita masing-masing.
Manfaat
dan Fungsi Komunikasi
Fungsi dan Manfaat
Komunikasi menurut Alo Liliweri (2007 ; 18), secara umum ada lima kategori
fungsi utama komunikasi dan Manfaat Komunikasi diantaranya :
a.
Sumber atau pengirim menyebarluaskan
informasi agar dapat diketahui penerima (informasi / to inform), fungsi utama
dan pertama dari informasi adalah menyampaikan pesan (informasi) atau
menyebarluaskan informasi kepada orang lain, artinya diharapkan dari
penyebarluasan informasi itu para penerima informasi akan mengetahui sesuatu
yang ingin dia ketahui.
b.
Sumber menyebarluaskan informasi dalam
rangka mendidik penerima (pendidikan / to educate), fungsi utama dan pertama
dari informasi adalah menyampaikan pesan (informasi) atau menyebarluaskan
informasi yang bersifat mendidik kepada orang lain, artinya dari penyebarluasan
informasi itu diharapkan para penerima informasi akan menambah pengetahuan
tentang sesuatu yang ingin dia ketahui.[1]
Litvin juga menguraikan beberapa tujuan komunikasi antarbudaya yang
bersifat kognitif dan afektif, yaitu:
1.
Menyadari bias budaya sendiri
2.
Lebih peka secara budaya.
3.
Memperoleh kapasitas untuk benar-benar
terlibat dengan anggota dari budaya lain untuk menciptakan hubungan yang
langgeng dan memuaskan dengan orang tersebut.
4.
Merangsang pemahaman yang lebih besar
atas budaya sendiri.
5.
Memperluas dan memperdalam pengalaman
seseorang.
6.
Mempelajari keterampilan komunikasi yang
membuat seseorang mampu menerima gaya dan isi komunikasinya sendiri.
7.
Membantu dalam memahami kontak
antarbudaya sebagai hal yang menghasilkan dan memelihara wacana dan makna bagi
para anggotanya.
8.
membantu dalam memahami model-model,
konsep-konsep dan aplikasi-aplikasi bidang komunikasi antarbudaya.
9.
membantu menyadari bahwa sistem-sistem
nilai yang berbeda dapat dipelajari secara sistematis, dibandingkan dan
dipahami.[2]
Fungsi-Fungsi
Komunikasi Antarbudaya
a. Fungsi Pribadi
Menurut Mulyana (2007;57) menyakini bahwa fungsi pribadi
adalah fungsifungsi komunikasi yang ditunjukkan melalui perilaku komunikasi
yang bersumber dari seorang individu.
1. Menyatakan
Identitas Sosial
2. Menyatakan
Integrasi Sosial
3. Menambah
Pengetahuan
4. Melepaskan Diri atau Jalan Keluar
b. Fungsi Sosial
Fungsi sosial menurut Dadan Anugrah (2007:78) sebagai
berikut : pengawasan, menjembatani, sosialisasi nilai dan menghibur.[3]
Peran
Komunikasi Antarbudaya
Komunikasi AntarBudaya Komunikasi yang terjadi antara
orang-orang yang berbeda bangsa, ras, bahasa, agama, tingkat pendidikan, status
sosial atau bahkan jenis kelamin disebut komunikasi antarbudaya.[4]
Hal ini meliputi mobilitas, saling ketergantungan
ekonomi, teknologi komunikasi, pola imigrasi, kesejahteraan politik (Devito,
1991).
a. Mobilitas
Pergerakan peradaban dunia bergerak dengan cepatnya,
mereka dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain hanya dalam sekejap.
Transportasi telah mempermudah mereka untuk bergerak dengan cepat.
Saat ini orang seringkali mengunjungi budaya-budaya lain
untuk mengenal orang-orang yang berbeda dan daerah baru serta untuk menggali
peluang-peluang ekonomi. Hal seperti ini diingatkan ayat Al Quran di atas,
bahwa manusia diciptakan untuk saling mengenal. Bila kita telah saling mengenal
maka terbukalah peluang-peluang lain untuk terjalin dengan baik, misalnya saja
peluang ekonomi, perdagangan, pendidikan, kebudayaan, dan sebagainya. Peristiwa
mobilitas ini menyebabkan hubungan antarpribadi kita semakin menjadi hubungan
antarbudaya. Individu-individu yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda
saling berhubungan dan berinteraksi dari melakukan komunikasi antarpribadi
sampai dengan melakukan komunikasi menggunakan media massa.
b. Saling Ketergantungan Ekonomi
Sekarang ini karena
dunia sudah menjadi global village, maka kebanyakan negara secara ekonomis
bergantung pada negara lain. Beberapa waktu yang lalu kehidupan ekonomi Amerika
banyak terkait dengan negaranegara Eropa yang kulturnya banyak kemiripan dengan
kultur Amerika. Tetapi, sekarang ini, banyak kegiatan perdagangan Amerika
khususnya di bidang peralatan teknologi yang berorientasi ke Asia Timur (Jurnal
Universitas Paramadina, Vol. 3 No. 1, September 2003: 124-135 128) seperti
Jepang, Korea, Taiwan yang kulturnya sangat berbeda dengan kultur Amerika.
c. Teknologi Komunikasi Teknologi
komunikasi telah berkembang dengan pesat saat ini. Hal
ini ditandai dengan merebaknya pemakaian internet, multi media, dan sebagainya.
Meningkat pesatnya teknologi komunikasi telah membawa kultur luar yang
kadangkala asing masuk ke rumah kita.
Media dapat berupa alat seperti majalah, surat kabar,
tabloid, radio, televisi, film, internet, telepon, telegram, surat, dan
lain-lain (Suraya “Peranan Komunikasi dalam Penyatuan Budaya” :129) Selain itu,
media juga dapat berupa non alat yaitu lambang verbal dan non verbal termasuk
kondisi personal dan situasional, lingkungan yang mendukung terjadinya
komunikasi. Media komunikasi sendiri mempunyai fungsi, yaitu
(1) memperluas jangkauan
komunikasi antar manusia dan memperbesar kemampuan untuk menjalin hubungan
komunikasi antarmanusia; dan
(2) menyediakan,
menyimpan dan mendistribusikan pesanpesan komunikasi.
Maka dengan media komunikasi manusia dapat menembus ruang
dan waktu. Misalnya, kita dapat membaca koran, mendengarkan radio dimana pun
kita berada.
d. Pola Migrasi
Migrasi adalah
perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lainnya, baik secara domestik
ataupun ke luar negeri. Bahkan ketika jaman penjajahan dulu telah dilakukan
perpindahan penduduk/transmigrasi dengan tujuan penyebaran penduduk maupun
sebagai tenaga kerja. Para tenaga kerja tersebut dipaksa harus bekerja rodi
membuka lahan pertanian atau perkebunan bahkan membuka jalan, seperti
Anyer-Panarukan, jalan lintas Sumatera, dan sebagainya. Pernikahan campuran
juga menyebabkan perpindahan tempat tinggal.
Pola migrasi ini yang menyebabkan kita mau tidak mau
saling mengenal dan bergaul di antara individu-individu. Kita selalu
bersosialisasi dan berinteraksi dengan orangorang yang berbeda bangsa atau
budaya setiap harinya. Pengalaman sehari-hari inilah yang menyebabkan kita
telah menjadi semakin memahami komunikasi antar budaya.[5]
[1] Riska
Dwi Novianti, KOMUNIKASI ANTARPRIBADI DALAM MENCIPTAKAN HARMONISASI, e-journal
acta diurna Vol VI. No. 2. 2017. Hlm 4
[3] Friska berliana,
komunikasi antarbudaya, e-journal ilmu komunikasi, vol. 1 no. 3. Hlm 239
[4]Mulyana,
Deddy (2000). Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
[5] Wahyuni husain,
peranan komunikasi dalam interaksi budaya, Al-Tajdid, vol. 11 No. 1. 2010, hlm.
4-7
Komentar
Posting Komentar